MajaGreen

“‘Follow your passion, and be the best at it.” Menjadi moto hidup yang patut diteladani dari seorang pribadi muda, kreatif dan inspiratif. Marco Devian (22), pemuda asal Kota Bandung, Jawa Barat ini memiliki segudang prestasi.

Marco, begitu sapaan akrabnya, menempuh pendidikan formal di Wesley College dan kemudian melanjutkan studinya di Curtin University Australia. Business Managament and Marketing serta Sport Science (Double degree) menjadi pilihan yg tepat untuknya. Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan. Bisnis garmen (@majagarment) yang kini ditekuni, menjadi bukti keseriusannya dalam dunia bisnis walau usia relatif terbilang muda.

Mungkin Anda masih ingat dengan sebuah ajang pemilihan Green Ambassador yang sempat menjadi trending topic di situs jejaring sosial twitter. Nama Marco Devian mulai akrab setelah gelar 2nd Runner up dan Best Social Media Influencer berhasil disandangnya dalam ajang bergengsi tersebut. Kemampuan dan pengetahuan seputar lingkungan ia pelajari secara autodidak dengan melakukan green campaign selama 11 di negeri kangguru, Australia .

Kesadaran akan green lifestyle sudah melekat dalam dirinya, hingga bisnis @majagarment yang kini ia rintis pun menerapkan green business practice. Konsep Green Business merupakan upaya penerapan efesiensi dan efektivitas bisnis dengan nilai-nilai bermuatan lingkungan. Hal tersebut meliputi office layout, distribusi, dan juga upaya daur ulang produk (Maja Green). Lebih jauh Marco menuturkan, konsep green business practice juga berarti berbisnis dengan jujur dan memberi kualitas terbaik pada seluruh stakeholders.

Prestasi di bidang olahraga pernah pula ia raih di tingkat internasional, diantaranya Juara 1 Blue Gum Tennis Championship, Best and Fairest Player 2008 Wesley College, dan Juara 3 Melville Tennis Championship 2006.

Pria yang tumbuh sebagai atlet dan dididik dengan pola pikir seorang entrepreneur ini juga berprestasi dalam hal akademik, terbukti dengan keberhasilannya meraih Highest Score for Economic Subject saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi Australia. (VQ)

Written for Good News From Indonesia by Vicky Dwisaputra